TANGISAN YANG DI DENGARKAN OLEH ALLAH S.W.T

1.TANGISAN ANAK YATIM
Rasulullah saw. Pernah bersabda:
“Sesungguhnya anak yatim itu jika dia menangis, berguncanglah baginya ‘Arasy. Kemudian Allah swt. Berfirman:
Siapakah orang yang membuat menangis hambaku yang kedua orang tuanya Kuambil sewaktu ia masih kecil? Demi kekuasaan-Ku, demi keagungan-Ku, dan demi keluhuran tempat-Ku, tidaklah seorang mukmin menghentikan tangisannya kecuali Aku wajibkan baginya surga.”
2.TANGISAN ORANG TUA
allah sangat murka kepada orang yang selalu menyakiti hati kedua orang tuanya,kemurkaan allah tergantung dari kemurkaan orang tua,ridhanya allah tergantung ridhanya orang tua,bagi siapa yang menyakiti atau membuat orang tua nangis,allah akan menyiksanya di dunia dan di akhirat kelak,naudzubillah min dzalik
3.TANGISAN DAN DOA ORANG YANG TERANIAYA
Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam hendak mengutus salah seorang sahabatnya, Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘Anhu ke Yaman, beliau menitipkan beberapa pesan, di antaranya adalah, “Beritahukanlah mereka bahwa Allah mewajibkan bagi mereka zakat yang diambil dari kalangan orang mampu dari mereka dan dibagikan kepada kalangan yang faqir dari mereka. Jika mereka menaati kamu dalam hal itu, maka janganlah kamu mengambil harta-harta pilihan mereka. Dan takutlah terhadap doa orang yang terzalimi, karena antara dia dan Allah tidak ada hijab (pembatas yang menghalangi)nya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengingatkan kita akan bahaya doa orang yang teraniya, agar kita tidak berlaku aniaya kepada orang lain, karena doa mereka tidak terhijab dan akan dikabulkan oleh Allah Subhaanahu Wata’ala. Sekalipun mereka adalah para pelaku dosa besar, yang dibesarkan dari makanan-makanan haram. Bahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dikatakan, walaupun orang yang teraniaya itu adalah seorang kafir.
Kezaliman telah diharamkan oleh Allah Subhaanahu Wata’ala atas seluruh umat manusia. Apa pun agamanya. Allah Subhaanahu Wata’ala tidak meridhai tindakan zalim kepada orang-orang non muslim, sebagaimana Allah tidak ridha seorang muslim dizalimi.
Allah Azza Wajalla berfirman, artinya, “Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun.” (QS. Yunus: 44).
Maknanya mencakup seluruh manusia, tak terkecuali
Adapun firman Allah Subhaanahu Wata’ala, yang artinya, “Dan doa orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.” (QS. Ar-Ra’d: 14).
Berkaitan dengan permohonan mereka untuk dibebaskan dari api neraka di akhirat kelak. Adapun doa mereka untuk meminta pertolongan atau pembalasan dari orang-orang yang menganiaya mereka di dunia, tidak dinafikan oleh ayat tersebut.
Jika doa orang kafir yang teraniaya pun mustajab, maka apatah lagi jika yang terzalimi itu adalah seorang muslim yang taat?
Terkadang, dengan niat yang mulia, untuk meninggikan agama Allah Subhaanahu Wata’ala, orang-orang yang bersemangat memperjuangkan Islam menggunakan cara-cara yang justru menimbulkan banyak pihak tak bersalah menjadi korban, harta maupun nyawa. Maka, hendaknya mereka takut akan doa-doa orang yang mereka zalimi. Karena doa mereka akan dikabulkan oleh Allah Subhaanahu Wata’ala, cepat atau lambat.