SHOLAT KAFFAROH DILAKSANAKAN JUM’AT TERAKHIR DI BULAN ROMADLON

Laman: 1 2 3 4 5

Ada tambahan yang sangat penting berkaitan statemen bliau (Habib Luthfi terkait sholat kaffarot) sekaligus sebagai klarifikasi:

SHOLAT KAFFAROH atau SHOLAT QODHO’ 5 WAKTU
Dalam beberapa keterangan terdapat tuntutan sholat kaffaroh dengan melaksanakan sholat lima waktu sebagai kaffaroh sholat-sholat  yg kita laksanakan selama setahun bila mana terdapat kekurangan kekurangan dalam pelaksanaanya. Sementara itu dalam beberapa literatur fiqh kita dapati kalangan fuqoha banyak yang melarang keras seperti terdapat dalam Fathul Muin dsb.
Bagaimana kita menyikapi persoalan ini?

Berikut ini sikap bijak dari cara pandang ulama shufi pd permasalahan semacam ini:

1- Bahwa persoalan ini adalah persoalan fadoilul a’mal yg kembalinya pada keluasan rahmat dan karunia Alloh yg tentu gak bisa dibatasi, karenanya tidak perlu lagi kita perdebatkan statusnya
2- Realitanya sholat yang merupakan ibadah pokok yang akan dihisab paling awal sebelum amal yg lain, dalam kita menjalankanya pasti terdapat ketidak sempurnaan atau kurang sempurna di banyak hal. Oleh karenanya sebagian dari ulama melaksanakan sholat kaffarah sebagai bentuk harapan agar semoga kekurangan kekurangan itu bisa terlebur atau tertutup.
3- Tentu tdk berarti bahwa hutang sholat yg ditinggal sengaja atau tidak, otomatis terlebur dengan sholat tersebut. Persis seperti kita dalam baca Alqur’an mungkin makhroj dan tajwidnya bagus. Tapi sisi adab qiro’ah terkadang kurang atau sebaliknya. Nah untung ada keutamaan baca Al-ikhlash 3x spt bc satu kali hataman. Nah kita berharap dengan bc Al-ikhlash tiga kali hususnya pada saat khotmul Qur’an semoga kekurangan2 itu dapat terlebur. Sekalipun tentu beda antara pahala Al-ikhlas 3x dengan Bacaan lengkap dari Fatihah hingga Annas.
4- Para ulama yg melarang keras sholat kaffarah tentu bukan tanpa sebab. Mereka hawatir bilamana keutamaan sholat kaffaroh ini diajarkan dan diamalkan akan menjadikan awam nggampang / meremehkan kewajiban dg alasan bahwa sholat yg dia tinggal nanti bisa dilebur dg sholat kaffaroh tak perlu repot repot qodho dsb.
5- Dengan keterangan tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa sholat kaffaroh silakan diamalkan bagi mereka yg meyakini, akan tetapi harus tetap husnu dlonn dg para ulama yg melarang.
6- Seperti halnya seorang ulama yg enggan melakukan qoshor n jama’, bukan berarti para beliau ingkar dg hukum rukhshoh / dispensasi Syari’ah. Akan tetapi dalam rangka pembelajaran pd diri dan umat agar tdk nggampang dg hukum2 Alloh SWT.
7- Tentang keluasan rohmat Alloh SWT, bliau menceritakan kisah antara ulama shufi besar Syekh Tijani yg mengajukan soal pd ulama2 bsr semasanya spt imam Sanusi dsb: Seorang Muslim yg melakukan semua dosa besar selain syirik dg sholawat Nabi SAW satu Kali bila ditimbang lbh berat  mana?  Semua ulama menjwb lebih berat dosa2 besar. Imam Tijani membantah dg hujah
من صلى علي مرة صلى الله عليه عشرا
” Brg siapa yg membaca sholawat pdku satu kali niscaya Alloh melimpahkan rahmatnya sepuluh kali.” Pertanyaanya: Siapa yg bisa menakar besarnya satu rahmat Alloh yg diberikan pada hambanya? Bagaimana dg sepuluh kalinya?
Inilah keluasan rohmat Alloh atas hamba2 Nya
Dan bab Fadhoil merupakan bagian dari itu. Karenanya kita tidak selayaknya mengukur
seberapa rohmat Alloh atas hambanya.
8- Jadi dalam pandangan Maulana Alhabib Luthfi berkenaan amalan Sholat Qodho atau kaffarah beliau melihat itu sebuah kebaikan sekira mau diamalkan monggo.
Tapi TIDAK BENAR kalo beliau  Maulana MENGIJAZAHKAN Amalan tersebut utk diamalkan.
(INI STATEMEN BELIAU SEKALIGUS KLARIFIKASI ATAS PERINTAH BELIAU)
Catatan alfaqir: Zakaria Anshor
28 Romadhon 1438 H
( perjalanan Pulang pergi mendampingi bliau memantau arus mudik.2017 M /  1438 H
Saksi:
1- K Syamlawi
2- K Malkan Khudhori
3- H Zamroni Ayyub
4- Ust Hakim Utsman
=============

Berikut Copas:
*TATA CARA SHOLAT QODLO’ DI JUMAT TERAKHIR ROMADLON*
(Baca dgn teliti)

TATA CARANYA:
Yaitu setelah selesai sholat JUM’AT kemudian dimulai dari sholat Dzuhur 4 rakaat seperti biasa lalu Ashar 4, Maghrib 3, Isya’ 4 dan Shubuh 2 rakaat. Silahkan lakukan berjamaah atau sendiri dirumah. Jadi BUKAN hanya cukup dgn sholat 4 rakaat 1 salam yg katanya cukup untuk menutupi sholat² di atas, sama sekali BUKAN, ini terjadi seperti salah faham yg beredar di kalangan masyarakat saat ini, bahwa yg demikian ini tanpa tuntunan yg berarti bid’ah karena beda cara pelaksanaan nya. Sampai sekarang, para habaib melakukan sholat QODHO’, baik itu Habibana Umar bin Salim bin Hafidz dan juga Habibana Syech bin Abdul qodir Assegaf dan para habaib lainnya di SOLO, Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan, jama’ah AlHawi Cililitan Jakarta dan lain²nya masih banyak lagi, yg semuanya melakukan dgn tata cara diatas (dimulai dari sholat Dzuhur 4 rakaat seperti biasa lalu Ashar 4, Maghrib 3, Isya’ 4 dan Shubuh 2 rakaat)
NIATNYA:
Usholli Fardhodz Dzuhri arba’a roka’atin Qodho’an mustaqbilah qiblati imaman (kalo jadi imam), atau makmuman (kslo jadi makmum) lillahi ta’ala ALLAHU AKBAR. Tinggal ganti utk sholat2 yg lain Ashar dst sampai Shubuh. Ketahuilah !! Syekh Abubakar Bin Salim ra berkata: “Tidak di perbolehkan dan termasuk dosa besar jika seorang sengaja meninggalkan shalat fardhu selamasetahun dengan niatan hanya ingin mengqodho’nya pada hari Jum’at terkhir dalam bulan Ramadhan”.
ULASAN:
Yang pertama kali mencetuskan sholat qadha’ lima waktu pada hari jum’at terakhir bulan Ramadhan adalah Beliau SYECH ABU BAKAR BIN SALIM FACHRUL WUJUD dan keturunan²nya, kemungkinan ada dari shalat lima waktu yang belum terqadha maka pada saat itu meng qadha nya berjama’ah Banyak para ulama yang membahas tentang masalah ini dan dijadikan dalam satu kitab khusus Paling bagusnya kitab yang membahas hal ini adalah kitab yang di susun oleh As-Syekh Fadhal binAbdurrahman Bafadhal (guru daripada para Masyaikh di Tarim Hadramaut) yang bernama
القول المنقوض في الرد على من أنكر الخمس الفروض
Khulashah dari pembahasan dalam kitab beliau diatas ada tiga masalah:
1. HARAM bagi orang yang meyakini bahwa qadha lima waktu tersebut bisa mengqadha (bukan menambal/menyempurnakan) semua shalat yang dia tinggalkan;
2. WAJIB bagi orang yang meyakini punya shalat yang perlu diqadha tapi tidak meyakini seperti keyakinan pertama, hanya shalat itu saja yang lain belum terqadhakan;
3. HATI-HATI bagi orang yang selalu shalat lima waktu tetapi punya keraguan mungkin dari shalt lima waktu yang dia kerjakan ada yang kurang dalam syarat dan rukunnya sehingga perlu di qadha. Para ulama menanggapi hal di atas ada yang mengatakan sah dan tidak sah Bagi kaum muslimin silahkan mau ikut yang mana mau dikerjakan ya boleh dan tidak dikerjakan maka tidak masalah (Intisari dari fatwa sayyidil waalid al habib al allamah Salim bin Abdullah bin Umar As Syathiri) Didapatkan dr tulisan alfagih alimam almuhaddits ibrahim bin umar al Alawy diriwayatkan dr RASULULLAH SAW bersabda: “barangsiapa yg melakukan qodho fardhu 5 wkt sholat di akhir jumatdi bln ramadhan mk dpt MENAMBAL cacatnya sholat sepanjang umurnya smp 70 tahun, sebagaimana disebutkan dlm fatwa Alhabib Muhammad bin hadi Assegaf dlm kitabnya TUHFATUL ASYROF
لكن هذا القضاء لكل ما يختل في صلاته بوسواس و غير طهور و ذلك يفعل بعضهم بغير تعمد
*Jadi qodho ini dilakukan dlm rangka BUKAN MENUTUP KARENA TIDAK SHOLAT, akan tetapi melakukan sholat 5 wkt dg baik selama ini, hanya saja barangkali dlm sela² dia melakukan sholat adayg kurang pas dlm kacamata syari’at.*
Wallahu a’lam insya Alloh bermanfaat…

=========

Laman: 1 2 3 4 5