Tulisan Gus Zahrul Azhar Hans dari Mina untuk Rohingnya

Kesedihan tak terperih mendengar kisah pilu warga rohingnya, hingga sekrang saya tak pernah lebih dari 1 atau mungkn maksimal 2 detik melihat gambar atau bahkan video yang ter sebar di medsos atau wa group, langsung saya skip, bagi saya mendengar ceritanya saja sudah diluar peri kemanusiaan.
Saya berusaha menggali sejarah konflik antar agama di dunia sejak zaman sebelum masehi hingga kini, saya tidak menemukan referensi yang kuat untuk melihat konflik antara umat islam dan budha sebagaimana konflik antar agama samawi seperti halnya perang salib atau konflik zion yg mengkronis hingga kini.  Setahu saya konflik antara agama ardhi dan samawi terjadi di zajirah india yg membuahkan lahirnya negara pakistan.
Agama dan keimanan memang bahan racik utama yang biasa digunakan oleh orang orang atau penguasa atau junta untuk memperoleh maksud nya ; hegemoni dan kekuasaan,  hanya dengan sedikit mnggoreng para extrimis dimasing masing agama dan sedikit suplay informasi yg salah dijamin konflik akan terjadi dengan biaya yang lebih murah dibanding “perang konfensional”.
Lihat saja energi apa yg membuat 3 jutaan orang berkumpul di Arafah, energi apa yg bisa menggerakkan jutaan orang mau berjalan kaki berkilo kilo (bahkan maktab jamaah haji reguler ndonesia harus berjalan kaki hingga 10 kilo pp selama 3 hari ) untuk lontar jumroh dibawah sinar matahari yg terik? Kalo bukan keimanan?  jika bukan karena perintah Alloh melalui kanjeng nabi, mungkin saya tak akan mau melakukan hal yang “melelahkan” ini. Tapi kenapa saya mau melakukan ? Ya tak ada yang lain kecuali karena keimanan dan harapan ridho dari Alloh subhanahu wataala.
Begitu juga sebaliknya energi apa yg membuat orang dengan mudahnya saling membenci, membunuh, membantai antar sesamanya kalo tidak karena “kedangkalan pemahaman ” terhadap apa yg diyakininya? . Point inilah yang dimanfaatkan oleh orang orang yg berkepentingan.
Apa yang terjadi di rohingnya adalah tragedi kemanusiaan dari sebuah kegagalan junta militer yang memerintah sebuah negara dalam mengelolah negaranya, kegagalan mayoritas dalam melindungi hak hak minoritas adalah ciri sebuah negara gagal yang harus segera diperbaiki.
Apa yang bisa kita lakukan terhadap rohingnya ? Karena ini menyangkut negara lain maka yang bisa kita lakukan adalah dengan cara mendesak pemerintah untuk melakukan diplomasi aktif yang lebih intens kepada pihak junta milter miyanmar serta menginisiasi organisasi2 lintas negara agar mendesak pihak junta militer untuk mengakhiri tindakan barbar tersebut , selain itu dengan cara berdoa agar warga rohingya diberi keselamatan dan kepada para korban diberikan balasan surga.
Konflik rohingnya bukanlah konflik agama  tetapi konflik politik lokal yang melibatkan ekstrimis agama dari para pemeluk agama yang dangkal dalam memahami agamanya, dan orang orang semacam ini ada disemua agama.
Dari tanah mina ini saya berdoa semoga apa yang terjadi di rohingnya dapat segera berakhir dan bisa mengambil hikmah agara hal hal bodoh seperti ini tidak terjadi di negeri kita tercinta.
Sekali lagi , kesedihan ini semoga segera berakhir. (Zahrul Azhar Hans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *